Penelusuran google

Senin, 01 Januari 2018

Akhirnya Dapat Beasiswa AAS

Setelah melewati proses wawancara seleksi beasiswa AAS oleh tim seleksi gabungan (joint selection team = JST), beberapa minggu kemudian akhirnya kabar bagus pun diterima via surel. "Congratulation....", begitulah bunyi subjek email yang diterima. Deg...deg...deg..., begitulah yang dirasa (lebay alert). Dengan ini saya selanjutnya manjadi awardi (awardee :-)).

Singkat kata, inti surel itu memberitahu bahwa Saya harus mengikuti pelatihan prapemberangkatan (predeparture training) di Denpasar selama sembilan minggu. Yeay, langsung kebayang pantai dan snorkeling. Dokumen yang harus disiapkan antara lain SKCK. SKCK ini sempat menjadi tanda tanya dan diskusi di antara awardi karena tidak jelas dokumen yang dimaksud diurus dari kepolisian tingkat mana, mabes, polres, atau cukup polsek. Belakangan diketahui bahwa SKCK dari polsek pun diterima karena hanya untuk persyaratan PDT. Nanti pada saat pengurusan visa tidak perlu menyerahkan SKCK lagi.

Karena alasan operasional (kayak pas pengumuman pesawat delay, ya), saya mengajukan pindah lokasi PDT ke Jakarta dan pihak AAS dengan senang hati mengabulkannya. Singkat kata, saya menjalani PDT di IALF Jakarta yang berlokasi di daerah Kuningan.

Durasi PDT yang diikuti bervariasi sesuai dengan nilai IELTS pada saat JST. Durasi paling cepat adalah 7 minggu, yaitu diperuntukkan bagi awardi yang telah memenuhi minimal nilai IELTS (6,5 dengan minimal 6 tiap band). Sedangkan awardi yang masih kurang nilai IELTS -nya dimasukkan dalam kelas 9 minggu, 3 bulan, 4,5 bulan, dan 6 bulan sesuai dengan nilai yang dimiliki.

Materi yang diberikan antara lain pengetahuan mengenai academic writing beserta keterampilan melakukan presentasi, tentu saja dalam bahasa Inggris. Selain itu, kelas dengan durasi selain 7 minggu mendapat materi IELTS karena awardi yang mengikuti kelas tersebut harus menjalani tes keterampilan berbahasa Inggris tersebut di akhir periode PDT.

Proses pembelajaran PDT menurut saya cukup menarik, berbeda dengan perkuliahan/persekolahan yang pernah saya ikuti. Perbedaan yang menyolok adalah fasilitator sangat membantu dalam mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing awardi sehingga perbaikan yang dilakukan lebih fokus pada hal-hal yang menjadi kekurangan.

Minggu, 27 Agustus 2017

Rise...rise...Grandoong

Sudah terlalu lama saya hibernasi dalam kepompong. Kepompong bernama "pekerjaan"dan prokrastinasi yang membelenggu kebebasan berekspresi saya. Kata Spongebob, itu disebut "being normal". Tapi semua itu berubah setelah surel dari negara tetangga menyerang. Surel itu berasal dari domain australiaawardsindonesia.org. Saatnya saya bangkit. Ya, semenjak kotak masuk saya diinfiltrasi oleh surel itu, saya dianugerahi titel awardee oleh siempu surel. Kata istri saya, saya sekarang berkerabat dekat dengan Suwardi, ngawur banget ya, bisa-bisa saya dituntut royalti sama keluarga besar Suwardi.

Australia Awards, sebuah fenomena yang sangat familiar di telinga para pemburu beasiswa, termasuk saya. Dikenal dengan berbagai nama, (AUSAID, ADS, AAS, yang saya ingat), berhasil membuat ribuan orang galau pada saat proses seleksi. Hal yang sama yang saya alami tahun lalu ketika harap-harap cemas menunggu surel keputusan hasil seleksi. Pada saat itu, kecemasan semakin dominan dibandingkan keharapan :-D setelah beberapa orang yang saya kenal sudah menerima pemberitahuan bahwa mereka berhasil lolos seleksi sedangkan kotak masuk saya masih saja didominasi email-email spam yang sengaja tidak saya laporkan sebagai spam (salah satu ciri hoarder tentunya, merasa senang dengan penuhsesaknya kotak masuk walaupun isinya sampah).

Kegalauan tidak tertahan, sampai akhirnya pada hari ketiga (dihitung sejak orang pertama tercatat menerima hasil seleksi) saya melakukan panggilan promo (dengan modal paket serbu) ke sekretariat AAI. Panggilan saya tutup setelah mbak-mbak bersuara merdu di sana mengatakan "Maaf, anda tidak diterima. Semoga lain kali bisa berhasil." Serasa telepon genggam yang saya pegang berubah menjadi Decepticon jahat dan mencabik-cabik spark saya, menyedot segala energon sampai hampir habis. Walaupun begitu, saya cuma menangis sembilan belas menit, sedikit lebih tabah dari Spongebob. Beberapa hari kemudian, setelah hati yang retak mulai sembuh kembali, surel penolakan akhirnya diterima, jadi saat itu saya secara resmi sudah keluar dari liga sekolah gratis. Berikut penampakannya:

Thank you for attending the Australia Awards - Indonesia interview and participating in the IELTS test in August 2016. We regret to advise you that your application in this instance has not been successful.

Areas for improvement noted by the Australia Awards - Indonesia Joint Selection Team were as follows:
 
“The candidate did not demonstrate sound academic judgement in selecting the program and the university relevant to his organisation's needs. He had not done much research on programs. He works for ***, which needs increased capacity in auditing, so he is in a good position to make change on return. However, he did not demonstrate the potential to make positive change. He would like to develop an international auditing focus, but the chosen program is unlikely to deliver this. His spoken English was very poor in the interview, so we could not easily get details from him. We do not anticipate positive impact from the award at this stage.”
Setahun berlalu, saya masih mengharapkan doa mba penerima telepon yang sampai sekarang saya belum tau namanya terkabul. Saya mendaftar kembali dengan persiapan yang lebih matang. Kalau sebelumnya saya 59% siap, sekarang saya 60% siap. Berbekal dengan surel yang menohok itu, saya melakukan beberapa perbaikan, yaitu:
  1. Menggunakan judgement yang ilmiah dalam memilih jurusan, yaitu dibutuhkan oleh organisasi tempat kita bernaung, jangan cuma pingin jalan-jalan ke luar negeri gratis.
  2. Gali potensi apa yang aku miliki, sesuatu yang aku temukan setelah bertapa tujuh hari tujuh malam, tepat setelah hampir menyerah dan lempar sekop. Kata kunci "make change", sangat berarti di sini.
  3. Belajar english! Yang semakin sulit dilakukan karena film-film baj*kan sekarang kebanyakan sudah di-hardsub-kan dengan teks Indonesia.
  4. Melakukan rotasi mental, dengan menganggap pewawancara sebagai teman bicara, jadi lebih santai.
Sementara postingan ini saya break dulu ya, sudah maghrib. Habis sholat mau doa semoga bisa rajin ngeblog lagi.

Jumat, 27 Februari 2015

Pengalaman Naik Pesawat Sungai Penuh - Jambi

Lama ga mampir ke blogger.com, andaikata ini sebuah gudang pstilah sudah kayak situs penggalian fosil, penuh debu dan perabot yang membatu. Tetiba inget aja diriku masih punya blog ini, untung username diriku belum kedaluarsa buat login.

...hening... (maklum otak makin tumpul menginjak usia tiga dekade)

Cerita aja kali ya, biar engga kriik...kriiik...

baru-baru ini diriku berkesempatan mencicipi pengalaman naik pesawat jurusan Kota Jambi dari Kota Sungai Penuh. Kota Sungai penuh merupakan salah satu kota di Provinsi Jambi dengan jarak sekitar 300 km dari ibu kota provinsi dan dapat ditempuh sekitar 9 jam perjalanan (belum termasuk istirahat makan) dan dijamin dapet fasilitas mabok darat karena lintasan jalan yang sudah kaya ular kobra)

Daripada pulangnya mabok lagi, mending coba naik pesawat karena kebetulan jadwal dinas diriku di Kota Sungai Penuh sampai hari Jumat bertepatan dengan jadwal terbang pesawat yang empat kali seminggu, yaitu (seingetku) Jumat, Minggu, Rabu, dan Jumat. Sekali terbang, pesawat ini hanya mampu mengangkut 12 penumpang, jadi tiketnya harus dibeli jauh-jauh hari (kecuali kalau lagi sepi).

Dengan berbekal 300 ribuan, dapetlah jatah kursi goyang yang bisa bikin kita fly (harfiah). Harga tiket agak murah karena (kata orang) tiketnya disubsidi pemda setempat. Makasih ya pak pemda. Fasilitas bandara yang diperoleh a la kadarnya, maklum masih dikelola oleh dinas perhubungan setempat dan hanya beroperasi empat hari seminggu.

Ini penampakan par penumpang dari kursi paling belakang, maklum bording terakhir jadi dapet kursi terakhir (nomor tempat duduk rebutan pas masuk pesawat, hehe). Dengan formasi 2-3-3--3, para pilot dan penumpang siap menembus pertahanan awan dan angin (inget judul film mandarin, Pendekar Awan dan Angin, eh Awan dan Petir, entahlah).


Ini penampakan bumi sakti alam kerinci dari jendela, indah hijau menghampar dengan latar perbukitan yang membentang di cakrawala.


Perjalanan di udara saat itu cukup nyaman, dan minim goncangan karena didukung dengan cuaca yang lagi bersahabat. Empat puluh lima menit perjalananpun ditempuh dengan riang gembira walaupun ga ditemani mbak-mbak pramugari.

Ini penampakan tersangka utama, wajah dikaburkan agar tidak kena sensor disturbing picture

Senin, 16 Juni 2014

Gado-gado Monster

Untuk kesekian kalinya saya mampir ke Gado-gado Monster (name by me). Master gado-gado ini sedang menggaruk setampah sayuran sama bumbu kacang dan lontong di piring batu raksasa. Sekali bikin, 30 porsi segera tersedia untuk dibagikan kepada para calon pembeli yang sedari tadi amazed menyaksikan pengolahan gado-gado yang massive ini.

Fenomena ini dapat disaksikan setiap hari disebelah patung gajah, simpang (perempatan) pulai, kota Jambi pukul 17.00 s.d. 08.00. Satu porsi (yang berisi sebenernya 2 porsi orang normal) hanya seharha 8 ribu rupiah. Murmer banget.

Minggu, 15 Juni 2014

Mampir di Kopi Oey Jambi

Sekali-kali makan mahal laah,masa makan gado-gado terus. Makanya siang ini saya mampir ke Kopi Oey yang berlokasi di seberang masjid Al Falah, masjid kebanggan kota Jambi. Alunan musik jadul yang di menambah suasana intim saya bersama istri tercinta. Tempatnya nyaman dipadukan dengan suguhan pemandangan megahnya masjid raya di pusat kota Jambi.
Ini bukan pertama kalinya saya bertandang, tapi selalu ingin kembali lagi untuk mencoba meni yang lain.
Kali ini saya memesan Soto Tangkar. Menurut saya rasanya perpaduan opor dan soto betawi. Daging yang digunakan adalah daging pipi sapi, lembut dan empuk dikunyah dengan rasa rempah yang terasa.
Sebagai teman makan, saya memesan kopi yang merupakan andalan rumah makan ini. Kali ini saya memesan kopi indocina panas. Walaupun harganya pas di kantong, suguhan kopi ini tidak mengecewakan lidah.
Penasaran? Kunjungi gerai Kopi Oey terdekat. Hehe.

Quote Hari Ini

Quote hari ini:
Dibalik kesuksesan seorang laki-laki, ada seorang perempuan

Dibalik kebling-blingan seorang perempuan, ada seorang laki-laki kaya

*nooffense

Jumat, 06 Juni 2014

X-Men: Days of Future Past -

Adegan dimulai pada tahun 2023 dengan kondisi permukaan Bumi yang hancur lebur akibat peperangan antara Sentinel dan mutan. Sentinel yang semula didesain untuk memburu mutan rupanya menjadi terlalu sensitif sehingga juga mendeteksi dan memburu manusia yang memiliki gen mutan sekecil apapun. Umat manusia dan bumi menghadapi kehancurannya. Para mutan yang bertahan sepakat untuk mengirimkan pikiran Wolverine ke dalam tubuhnya di tahun 1973 dengan tujuan untuk memperingatkan Profesor X dan Magneto tentang bahayanya proyek Sentinel yang pada saat itu baru dikembangkan.

Film ini menyajikan drama pergolakan batin antara Profesor X yang berusaha bangkit dari kegalauan pascakejadian X-Men : First Class; Magneto yang berusaha membantu kaum mutan tapi tidak dapat melepaskan kebenciannya terhadap manusia normal, dan Mystique yang berusaha menyeimbangkan kebenciannya terhadap manusia normal dan cita-citanya untuk mewujudkan kehidupan manuaisa-mutan yang harmonis. Plot lengkapnya dapat dibaca lengkap di imdb.com dan wikipedia.com.

Alur ceritanya dibuat dengan apik, tidak hanya menampilkan fantasi fiksi ilmiah yang selalu dinanti, namun juga menyuguhkan pesan moral dari cita-cita kelompok X-Men: hidup harmoni di antara manusia dan mutan walaupun banyak mutan dan manusia fanatik yang saling membenci. X-Men disini tidak hanya pamer kekuatan dengan adegan pertempuran dengan sentinel yang dikemas dengan animasi yang fantastis, namun didominasi drama penyelamatan masa depan manusia oleh Profesor X dan kawan-kawan yang sangat menyentuh. Tak heran film ini mendapatkan sambutan hangat di hati para penonton box office karena tidak hanya dinikmati oleh fans berat X-Men namun juga dapat dinikmati oleh penyuka film nonfiksi.

Sabtu, 10 Mei 2014

Lautan Manusia di Bandara Soeta

Sabtu pagi lalu-lintas Pejompongan menuju Bandara Soeta terasa lengang, menandakan aku tidak perlu panik ketinggalan pesawat menuju Jambi pagi ini. Memasuki terminal 1b, kerumunan calon penumpang memadati konter cekin Lion Air, suatu bukti fasilitas web cekin tidak tersosialisasikan dengan baik - dan ini adalah pemandangan yang wajar. Karena sedikitnya barang bawaanku, aku tidak perlu mengantri lama karena disediakan konter khusus penumpang tanpa bawaan yang harus dimasukan bagasi. Sedikit melegakan.
Pemandangan yang tidak biasa adalah adanya antrean panjang yang meng-game-ular-level-sembilan-puluh-sembilan ketika memasuki pintu pemeriksaan keamanan menuju area ruang tunggu. sungguh suasanya yang tidak biasa bahkan dengan fakta bahwa Bandara Soeta sudah kelebihan kapasitas penumpang. Sedikit kepanikan menimpa seorang ibu-ibu yang sudah mendapatkan panggilan terakhir untuk segera memasuki pesawat. Untungnya pengantre lain dengan berbesar hati mempersilahkan ibu dan anaknya itu untuk melewati antrian dan melanjutkan perjalanan menuju pesawat.
Penyebab antrian gila itu rupanya disebabkan petugas pemeriksa KTP hanya berjumlah dua orang dan melayani ratusan calon penumpang. Seharusnya hal ini dapat diatasi dengan menambah dua orang petugas lagi, suatu hal tidak terlalu susah menurutku untuk menghindari antrian yang tidak perlu di kemudian hari.

Sabtu, 26 April 2014

Mengejar Mudik

Lebaran masih sembilan puluh hari lagi, tapi auranya sudah sangat terasa di ulu hati gara-gara sekarang tiket kereta bisa dibeli H-90 alias tiga bulan sebelum tanggal perjalanan. Karena saya berniat melaksanakan ritual mudik pada tanggal 25 Juli 2014, saya dan semua orang yang seide dengan saya harus mulai berjibaku "mengantre" sejak 26 April 2014 pukul 0:00 teng.

Dengan semakin mudahnya mengakses pemesanan tiket kereta baik melalui situs punya empunya kereta api sendiri maupun melalui penjual tiket online, antrian pembeli tiket tidak diukur dengan satuan meter lagi tapi jumlah user yang online. Sudah kebayang berapa ribu atau mungkin puluhan ribu atau mungkin ratusan ribu calon pembeli tiket mengakses laman pembelian tiket secara bersamaan. Naasnya, nampaknya yang punya kereta api belum punya manajemen penjualan tiket yang mumpuni untuk menangani tsunami pemudik.

Buktinya, laman penjualan tiket yang disediakan sangat susah dibuka, hampir selalu gagal menampilkan daftar jadwal maupun harga tiket yang akan dipesan. Kejadian tersebut berlangsung sampai mendekati subuh. Sekalinya kebuka, tiket yang diharapkan dapat dibeli sudah tidak tersedia lagi, menguap entah ke mana. Jikapun ada, tinggal beberapa buah saja dan dalam sepersekian detik sudah ludes dibooking orang lain. Akibatnya, setelah semalaman begadang, tiket yang saya dapatkan, tidak sesuai dengan harga dan jadwal yang saya harapkan.

Ini baru tiket perjalanan untuk setengah perjalanan mudik saya, masih ada tiket pesawat yang harus saya beli untuk perjalanan Jambi - Jakarta yang harganya masih diawang-awang. Saya hanya berharap harga tiket pesawat nanti semakin down to earth dan bukannya malah melambung.sehingga dapat dijangkau rakyat jelata seperti saya. Kepada teman-teman PNS seperjuangan yang berkantor di dekat kampung halaman maupun domisili, kerja lebih giat ya sebagai bentuk syukur murahnya dan mudahnya saat mudik.

Selamat mudik lebaran, ya....

Minggu, 16 Februari 2014

Popmie on Brantas

Saat-saat kikuk itu saat kita harus duduk selama tujuh jam berdekatan dengan beberapa orang asing dan kita tidak tahu apa yang harus diobrolkan. Inilah yang terjadi di dalam Brantas malam ini. Di saat sang ular besi meluncur membelah dinginnya malam, aku hanya bisa termenung menengguk sebungkus tolak angin sambil sesekali melihat keluar jendela  - sebuah usaha untuk melihat pemandangan yang sia-sia karena sang gulita sedang menyelimuti para penghuni alam yang sedang terlelap.

Namun semua kesunyian itu terurai saat petugas gerbong restorasi yang sedang lewat membuka semangkok popmie, menuangkan bumbu instannya, dan mengucurkan air panas ke dalam mangkoknya dari termos andalannya. Seketika itu juga, aroma yang merakyat semerbak memenuhi seluruh penjuru gerbong secara instan menghipnotis para komuter membawa mereka dalam satu fantasi, fantasi kenikmatan makan mi dengan kuah panas mengalir ke dalam tenggorokan yang dingin.

Pada saat inilah manusia dari berbagai kasta, profesi, umur, gender, dan posisi tidur dipersatukan dalam visi yang harmoni. Popmie, dari aromanya terbayang kelezatannya. No iklan.

(Gambar: Sancaka melabuh di stasiun Madiun)

Popmie on Brantas

Saat-saat kikuk itu saat kita harus duduk selama tujuh jam berdekatan dengan beberapa orang asing dan kita tidak tahu apa yang harus diobrolkan. Inilah yang terjadi di dalam Brantas malam ini. Di saat sang ular besi meluncur membelah dinginnya malam, aku hanya bisa termenung menengguk sebungkus tolak angin sambil sesekali melihat keluar jendela  - sebuah usaha untuk melihat pemandangan yang sia-sia karena sang gulita sedang menyelimuti para penghuni alam yang sedang terlelap.

Namun semua kesunyian itu terurai saat petugas gerbong restorasi yang sedang lewat membuka semangkok popmie, menuangkan bumbu instannya, dan mengucurkan air panas ke dalam mangkoknya dari termos andalannya. Seketika itu juga, aroma yang merakyat semerbak memenuhi seluruh penjuru gerbong secara instan menghipnotis para komuter membawa mereka dalam satu fantasi, fantasi kenikmatan makan mi dengan kuah panas mengalir ke dalam tenggorokan yang dingin.

Pada saat inilah manusia dari berbagai kasta, profesi, umur, gender, dan posisi tidur dipersatukan dalam visi yang harmoni. Popmie, dari aromanya terbayang kelezatannya. No iklan.

(Gambar: Sancaka melabuh di stasiun Madiun)

Minggu, 29 Desember 2013

Pit Stop

Apa yang lebih enak daripada bersantai saat libur? Ya, berlibur saat masih ada waktu tenggat memang priceless. Sejenak saya menikmati tanggal merah natal di Pantai Widuri, Pemalang. Liburan kali ini dibayang-bayangi tenggat waktu yang harus diselesaikan sebelum bunyi terompet pergantian tahun berkumandang. Tempe mendoan+lontong, nasi megana (dibaca megono), lotek pecel, es teh, dan es kelapa muda mengiringi sarapan kami di pantai yang tidak-terlalu-bersih ini. Angin laut yang segar bertiup menerbangkan aroma laut seakan sekejap menyapu cache dari pikiran. Suara deburan ombak membawa pikiran ke arus yang lebih tenang dan tanpa beban.

Yang paling membahagiakan adalah dapat meluangkan waktu berkualitas dengan keluarga sebelum kembali ke perantauan. I love them, i love beach.

Sabtu, 21 Desember 2013

Beberapa Kebiasaan yang Mengundang Hasrat untuk Posting Blog

1. Pada saat membeli makanan di warung, pembeli take away menunggu pesanannya sambil berdiri, walaupun tempat duduk di warung itu banyak yang kosong.

2. Pada saat pembagian sumbangan/daging kurban, penerima berebut meminta jatah sumbangan/daging walaupun panitia telah membagikan kupon  sebelumnya.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Jamilk - Jambi Milk

Malam ini saya berkesempatan mencoba salah satu tempat nongkrong di Kota Jambi. Jambi Milk, yang disingkat Jamilk, menyajikan menu ringan yang tentu saja berbahan utama susu. Ada empat klasifikasi utama dalam menu yang ditawarkan, yaitu minuman dingin, minuman panas/hangat, fruit-milk, dan makanan ringan.

Pilihan minuman panas/dingin yang tersedia antara lain susu cokkat, susu strawberi, dan susu mokasino (temennya dono sama indro kali). Jika penasaran mencicipi susu yang dicampur buah, bisa memilih jamilk jambu, jamilk mangga, jamilk pisang, dan yang terbaru jamilk nangka.

Oke, harus segera pergi.....lanjut kapan-kapan lagi ya.

Jumat, 18 Oktober 2013

Grafik Harga Emas

Kilauan logam emas memang menghipnotis semua orang. Dari investor kelas semut kayak saya sampai investor kelas dinosaurus. Grafik harga emas satu dekade jelas menunjukkan prospek yang sangat positif. Hal ini, tidak ayal membuat logam mulia yang satu ini menjadi alternatif investasi yang patut dipertimbangkan meskipun ada yang berpendapat jika dibandingkan tingkat inflasi, peningkatan harga emas hanya sebatas "mengimbangi" nilai mata uang. Mendinglah, daripada uang nganggur di rekening tabungan dan tergerus nilai inflasi, emas dapat sedikit mengamankan simpanan kita

Sebagai pemilik emas (yang saya simpan baik-baik, takut terbang kalau ada angin kencang dikit), saya sesekali melihat perkembangan harga emas dengan harapan ada kenaikan nilai investasi saya. Namun, setahun ini nampaknya si nona cantik ini sedang gundah-gulana, naik-turun harganya, bikin geregetan.

Terlepas kegalauan itu, saya punya grafik harga emas dengan berbagai rentang periode. Semoga info ini bermanfaat bagi tementemin semua.

Terima kasih kepada bang devino atas ide postingannya. Grafik diperoleh dari goldprice.org.

Grafik Data Harga Emas 30 hari terakhir


Grafik Data Harga Emas 60 hari terakhir


Grafik Data Harga Emas 6 bulan terakhir

Grafik Data Harga Emas 1 tahun terakhir


Grafik Data Harga Emas 2 tahun terakhir


Grafik Data Harga Emas 5 tahun terakhir


Grafik Data Harga Emas 10 tahun terakhir


Grafik Data Harga Emas 15 tahun terakhir


Grafik Data Harga Emas All Data


Baca juga:

Sabtu, 21 September 2013

BBM di SPBU Naik, BBM di Android Turun

Akhirnya setelah sekian lama, Blackberry Messenger (BBM) akhirnya diobral untuk para pengguna Android dan iOS. Dengan demikian para pengguna Android versi 4.0 (ice cream sandwich) ke atas dan iOS dapat segera menikmati layanan BBM dalam waktu dekat.

Aplikasi tersebut diberitakan mulai dapat diunduh di Google Play hari ini pukul 18.00 WIB, namun sampai sekarang nampaknya belum ada aplikasi yang dimaksud. Perlu diperhatikan, pengembang aplikasi tersebut adalah Blackberry Limited agar tidak salah download karena rupanya sudah banyak aplikasi BBM palsu yang beredar di Google Play.

Saya contohnya, hampir terjebak karena mendownload salah satu aplikasi yang namanya mirip BBM gitu, begitu diinstall, aplikasi itu malah langsung minta divote 5 bintang dan menuntut untuk mengunduh game yang tidak perlu sebelum BBM dapat digunakan. Akhirnya saya mengurungkan untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Mari kita tunggu rilis resminya dan reviu dari pengguna yang lain sebelum menikmati BBM di gajet Android kita.

Sabtu, 24 Agustus 2013

XXX-factor Around the World

Merayakan ulang tahun ke-24 RCTI mengadakan perhelatan akbar di Hall 02 JIEXPO malam ini, bertajuk X-factor Around the World. Acara ini menghadirkan para pemenang dan runner up X-factor dari penjuru dunia. Tak kalah, juri yang diundangpun tidak hanya dari Indonesia melainkan juga mengundang Paula Abdul, juri dari negeri Paman Sam (sekarang sudah jadi Paman Obama, hehe garing), Daniel Beddingfield dari New Zealand, dan Louis Walsh dari UK untuk menemani Ahmad Dhani dan Anggun Cipta Sasmi.

Para peserta X-factor yang tampil yaitu Melanie Amaro dari USA, Samantha Jade dan The Collective dari Australia, Jahmene Douglas dari UK, serta Fatin Shidqia dan Novita Dewi dari Indonesia.

Acaranya cukup menghibur, mulai dari kemumpunan para peserta dalam membawakan lagu andalan mereka, kelucuan komentar para juri (terutama keterbatasan bahasa Inggris Ahmad Dhani dan usaha dari para juri asing untuk mengomentari dengan Bahasa Indonesia), dan yang paling utama adalah, pertanyaan apakah pentolan Indonesia pantas disandingkan dengan artis luar negeri akan terjawab. Jadi, tidak hanya satu "x", tetapi "xxx" pantas untuk acara ini.

Jumat, 23 Agustus 2013

Goyang Caisar a la Nabilah JKT48

Apa jadinya jika Nabilah JKT48 berjoget bareng Caisar "keep smile"?  Pasti anda bakalan terhibur dengan keluesannya.

Dara kelahiran 11 November 1999 (11111999) ini rupanya sangat mumpuni dalam memperagakan setiap koreografi yang dipergakan oleh Caisar.

Dalam salah satu episode Hitam Putih di Trans TV, Nabilah JKT48 yang memiliki nama lengkap Nabilah Ratna Ayu Azalia ini bersedia mempergakan kepiawaiannya berjoget mengiringi Caisar setelah diminta oleh Om Dedi dan rekan-rekan JKT48 lainnya.

Aksinya cukup menghibur, cek langsung aja ke tee..ka...pe.....

Nih, salah satu linknya http://m.youtube.com/watch?v=Xnv4h4th6GU&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3DXnv4h4th6GU

Minggu, 30 Juni 2013

Pemilukada Kota Jambi

Hujan mengguyur Jambi pagi, membasahi halaman yang sudah beberapa hari ini tidak tersentuh air. Kemarin rakyat Kota Jambi merayakan pesta demokrasi, pemilihan walikota periode 2013 - 2018. Hasil penghitungan cepat masih simpang siur, ibarat moto GP (selamat atas kemenangan om Vale di Belanda, saya makin bangga naik Ya***a butut saya hehe), masih terjadi salip-menyalip antar pembalap. Masing-masing tim sukses pasangan calon menyelenggarakan penghitungan cepat dan memberikan hasil yang berbeda-beda versi masing-masing namun hasil penghitungan KPU direncanakan baru akan diumumkan 5 Juli 2013 mendatang. Sementara ini pasangan calon yang memperoleh suara dominan adalah pasangan FAS (Sy Fasha - Abdulah Sani) dan pasangan Sum Indra - Maulana. Semoga warga Kota Jambi diberikan pemimpin yang mampu mengemban amanat. Tanggung jawab besar menunggu untuk diemban di tengah keterpurukan rakyat karena kenaikan BBM.

Rabu, 05 Juni 2013

Bangun Tidur



(gambar dari http://penabirumummy.blogspot.com/2012/11/tekniktips-mengatasi-rasa-malas-ketika.html)

Akhir-akhir ini banyak teroris di fikiran saya, menyandera kreativitas dan imajinasi saya dengan serangan pekerjaan kantor yang bertubi. Setiap kesibukan pekerjaan yang menyita jatah RAM otak saya selalu diisi dengan pakem-pakem yang sudah ditentukan -- template laporan, format penulisan, angka-angka yang harus akurat, kelengkapan administrasi, dll -- dan menyisakan sedikit ruang kreativitas. Beginilah nasib pegawai yang bekerja di level pelaksana, hanya melaksanakan prosedur yang sudah ditetapkan tanpa memiliki akses dalam memodifikasi kebijakan. Tak jarang saran perbaikan yang kita suarakan hanya dianggap angin lalu saja, maklum, kebijakan yang sudah ditetapkan diperoleh dari konsultan yang lebih berkompeten dan dibayar mahal.

Baru bikin satu paragraf saja sudah capek otak saya, terbiasa memakai template laporan yang desain dan kata-katanya sudah given, tinggal menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Takut kepanjangan juga, nanti dikira curhat dan mengeluh di internet. Pamali, kata orang, begitulah memang pekerjaan, kalau dibikin daftar ke-ga-enakannya pasti bakalan jadi daftar yang sangat panjang; malah mendekati tak terhingga. Syukuri apa yang ada, kata demasip.

Walaupun demikian, aku belum sepenuhnya jadi robot, masih ada setitik "pikiran gila" yang lagi dormant di pojok sana, selayaknya bakteri yang membentuk kapsul ketika berada di lingkungan ekstrem dan akan kembali aktif saat keadaan sudah kembali aman. Hal ini terbukti dari banyaknya bahan gilaan yang terlintas sebagai bakal post di blog. Tambah lagi dunia kita ini rasa-rasanya semakin hari semakin terdegradasi (entah apa maknanya), makin banyak hal-hal yang memancing opini liar saya. Jangan kira saya akan membahas tanda-tanda kiamat, ya. Kalo itu jatah pak ustad, sebagai pihak yang lebih kompeten.

Jadi, inilah saya, dan sisa-sisa uneg-uneg saya, mencoba menyibak selimut dan beranjak dari tempat tidur kembali ke dunia blog.

Konten Lainnya